Minggu, 18 Desember 2011


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan    : SMA
Mata Pelajaran          : Kimia
Kelas / Semester        : XI / II
Materi                         : Faktor-faktor yang mempengaruhi Laju Reaksi
Waktu                                    : 2  x 10 menit 
I.              Standar Kompetensi
Memahami kinetika reaksi keseimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya,serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industry
II.           Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
III.        Indikator
Menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi dengan melakukan percobaan
IV.        Tujuan Pembelajaran
1.         Aspek kognitif :
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat :
1.         Menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan reaksi antara asam klorida dengan natrium sulfat
2.         Menentukan reaksi yang paling cepat berdasarkan data percobaan reaksi antara asam klorida dengan natrium sulfat
3.         Menghitung waktu yang diperlukan suatu reaksi yang berlangsung dengan laju reaksi dan suhu tertentu
2.         Aspek Afektif :
a.         Siswa merespon positif terhadap pembelajaran
b.         Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain
c.         Siswa dapat bertanggung jawab
3.         Aspek Psikomotor :
a.         Cara menuangkan larutan
b.         Cara menggunakan termometer
V.        Materi Pembelajaran
Laju reaksi adalah ukuran jumlah perubahan zat yang terjadi dalam satuan waktu.  Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1.      Luas permukaan
2.      Konsentrasi pereaksi
3.      Tekanan
4.      Suhu
5.      Katalis
Pengaruh dari berbagai faktor terhadap laju reaksi dapat dijelaskan dengan teori tumbukan. Menurut teori ini, suatu reaksi berlangsung sebagai hasil tumbukan antar partikel pereaksi. Akan tetapi, tidak setiap tumbukan menghasilkan reaksi, melainkan hanya tumbukan antar partikel yang memiliki energi cukup serta arah tumbukan yang tepat.
Dari tumbukan antara kedua partikel tersebut apabila memiliki energi yang besar akan menghasilkan keadaan transisi atau kompleks teraktifkan sehingga menyebabkan terjadinya reaksi.
Tumbukan yang menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif. Energi minimum yang harus dimilki oleh partikel pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan efektif disebut energi pengaktifan (Ea  = energi aktifasi).
Faktor- faktor yang mempengaruhi laju reaksi dapat dibuktikan dengan melakukan percobaan. Laju rekasi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah suhunya. Dari pengalaman sehari-hari kita ketahui bahwa rekasi akan berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.
Laju suatu reaksi kimia bertambah dengan naiknya temperature. Biasanya kenaikan sebesar 10°C akan melipatkan dua atau tiga laju suatu reaksi antara molekul-molekul. Dengan naiknnya suhu, bukan hanya molekul-molekul sering bertabrakan, tetapi mereka juga bertabrakan dengan dampak benturan yang lebih besar, karena mereka bergerak lebih cepat.
Pada temperature yang ditinggalkan, presentase tabrakan yang mengakibatkan reaksi kimia akan lebih besar, karena makin banyak molekul yang memiliki kecepatan lebih besar dan karenanya memilki energi cukup untuk bereaksi.
Pengaruh suhu terhadap laju reaksi dapat diamati dengan mereaksikan natrium tiosulfat (Na2S2O3) dengan larutan asam klorida (HCl). Reaksi ini menghasilkan endapan belereang yang berwarna kuning muda.
Na2S2O3 (aq) + 2 HCl (aq)  → 2 NaCl (aq) + S (s) + SO2 (g) + H2 ( l ) laju reaksi dapat ditentukan dengan mengukur laju pembentukan endapan belerang.

VI.        Sumber/Alat Bantu
Sumber  :
·         Buku kimia SMA kelas XI
1. Purba, Michael. 2007. KIMIA untuk SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga.
2. Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia. Bandung: Grafindo Media Pratama.
·         Lembar kerja siswa

VII.     Metode/Pendekatan
1.      Model             : Induktif
2.      Pendekatan    : Keterampilan Proses
3.      Metode           : Demonstrasi
VIII.  Langkah-langkah Kegiatan
Kegiatan
Langkah-Langkah
Alokasi Waktu
Awal
1.      Tadarus, mencek kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2.      Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Laju Reaksi
3.      Mencek prasyarat pengetahuan tentang Laju Reaksi dan Teori Tumbukan
4.      Motivasi : Serbuk kopi akan lebih mudah larut dalam air panas atau air dingin ?
5 menit








Inti
·         Guru membagi siswa ke dalam 2 kelompok
·         Guru membagikan LKS percobaan kepada setiap kelompok
·         Guru menjelaskan judul, tujuan, dan prosedur kerja praktikum
·         Siswa melakukan praktikum dengan perwakilan kelompok
·         Siswa dengan bimbingan guru membahas data pengamatan dan soal-soal dalam LKS
·      Guru memberikan soal kuis mengenai pengaruh suhu terhadap laju reaksi
10 menit
Akhir
·         Guru membimbing siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran
·         Guru menugaskan siswa untuk menyusun laporan hasil praktikum
·         Guru menugaskan siswa untuk mempelajari materi tentang pengaruh katalis terhadap laju reaksi
·            Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan hamdalah
    5 menit


.
IX. Penilaian
·         Jenis tagihan                : Tugas Individu
·         Bentuk instrument      : Laporan hasil praktikum
                                            Performans (kinerja dan sikap )

·         Alat penilaian

A.    Kognitif
No
Indikator Soal
Jenjang
Soal
1




Siswa dapat menjelaskan penyebab bertambahnya laju reaksi akibat kenaikan suhu
C1
Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi, karena kenaikan suhu akan….
      A.    Memperbesar tekanan
      B.    Memperluas  permukaan
      C.    Memperbesar molekul pereaksi
      D.    Memperbesar konsentasi zat yang bereaksi
      E.     Menaikkan energi pengaktifan zat yang bereaksi
Kunci jawaban : E




3
Siswa dapat menghitung waktu yang diperlukan suatu reaksi yang berlangsung dengan laju reaksi dan suhu tertentu
C2
Setiap kenaikan suhu sebesar 10 C reaksi berlangsung 2 kali lebih cepat. Suatu reaksi pada suhu 30 C berlangsung selama 4 menit, maka waktu yang diperlukan untuk bereaksi pada suhu 70 C adalah…
A.    4 menit
B.     2 menit
C.     1 menit
D.    30 detik
E.     15 detik

Kunci jawaban : E

4
Diberikan data hasil percobaan untuk reaksi A + B, siswa dapat menganalisis data hasil percobaan
C4
Data hasil percobaan untuk reaksi A + B → hasil
Percobaan
Massa/bentuk zat A
Konsentrasi B (mol L-1)
Waktu (s)
Suhu (°C)
1.
5 gram serbuk
0,1
2
25
2.
5 gram larutan
0,1
3
25
3.
5 gram padat
0,1
5
25
4.
5 gram larutan
0,2
1,5
25
5.
5 gram larutan
0,1
1,5
35

Berdasarkan percobaan 2 dan 5 maka untuk kenaikan suhu sebesar 10°C, laju reaksi akan….
      A.    sama dengan semula
      B.     menjadi lebih lambat
      C.     menjadi setengah kali semula
      D.    menjadi dua kali semula
      E.     menjadi empat kali semula

Kunci jawaban : C
Keterangan  : Setiap soal memiliki skor 1

B.     Afektif
No
Nama Siswa
Respon Positif
Kerjasama
Tanggung Jawab
Terampil
Tidak
Terampil
Tidak
Terampil
Tidak








Keterangan : penilaian hanya dilakukan pada perwakilan dari beberapa siswa atau kelompok

C.    Psikomotor
No
Nama Siswa
Menuangkan larutan
Menggunakan termometer
Terampil
Tidak
Terampil
Tidak






Keterangan : penilaian hanya dilakukan pada perwakilan dari beberapa siswa atau kelompok





Bandung,   November 2011
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                               Guru Mata Pelajaran          
                                   

               Abdul Wahid, M. Ag                                                     Syifa Nurlatifah
    NIP:                                                                                                NIP:




LEMBAR KERJA SISWA
A.    Judul  Percobaan
 Pengaruh suhu terhadap laju reaksi

B.     Tujuan Percobaan
siswa dapat menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi antara larutan Na2S2O3 dengan larutan HCl berdasarkan data hasil percobaan.

C.    Alat dan Bahan        
No
Alat/Bahan
Jumlah
1.
Gelas kimia 100 mL
3 buah
2.
Gelas ukur 25 mL
1 buah
3.
Termometer
1 buah
4.
Stopwatch
1 buah
5.
Kaki tiga
1 buah
6.
Kassa
1 buah
7.
Pembakar spirtus
1 buah
8.
Larutan Na2S2O3 0,1 M
75 ml
9.
Larutan HCl 3 M
15 ml

D.     Langkah Kerja         :
1.      Siapkan dua helai kertas yang telah diberi tanda silang dengan tinta hitam.
2.      Masukkan 25 mL larutan Na2S2O3 0,1 M ke dalam gelas kimia. Letakkan gelas kimia itu di atas kertas bertanda silang. Ukur suhu larutan dan catat. Tambahkan 5 mL larutan HCl 3 M. ukur dan catat waktu yang dibutuhkan sejak penambahan larutan HCl sampai tanda silang tidak terlihat lagi.
3.      Masukkan 25 mL larutan Na2S2O3 0,1 M ke dalam gelas kimia yang lain. Panaskan hingga 10 °C diatas suhu kamar (10°C di atas suhu pada langkah 2). Catat suhu itu. Letakkan gelas kimia ini diatas kertas bertanda silang, kemudian tambahkan 5 mL larutan HCl 3 M dan catat waktunya seperti pada langkah 2.
4.      Ulangi langkah ketiga dengan mengubah suhu larutan Na2S2O3 0,1 M 20°C di atas suhu kamar (di atas suhu pada langkah 1)

E.     Data Pengamatan
Percobaan ke-
Suhu larutan Na2S2O3 0,1 M
Waktu (t)
Laju reaksi (1/t)
1



2



3




F.     Pertanyaan
Berdasarkan data percobaan di atas jawablah pertanyaan berikut!
1.      Tulislah reaksi yang terjadi!
2.      Buatlah grafik suhu terhadap laju reaksi (1/t) dati data hasil pengamatan
3.      Bagaimana pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi antara larutan Na2S2O3 0,1 M dengan larutan HCl? Jelaskan sebabnya!